Pembunuh Mahasiswi Undiksha Diringkus Polisi

lilikbadung, 12 Apr 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

BULELENG-  Unit Reskrim Polsek Singaraja dan Polres Buleleng berhasil mengungkap penyebab tewasnya seorang mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja bernama Ni Made Ayu Serli Mahardika (20).

Wanita malang itu tewas akibat dibunuh oleh kekasihnya berinisial KIJ alias Kodok (21). Pria asal Kabupaten Tabanan itu mengaku tak kuasa menahan emosi sebab korban dituding berselingkuh dengan pria lain.

"Hubungan korban dengan pelaku adalah pacaran. Berdasarkan pengakuan pelaku untuk sementara melakukan perbuatannya karena rasa cemburu, karena korban sering berkumpul dengan laki-laki teman kuliahnya, namun motif ini masih dikembangkan," kata Kapolsek Kota Singaraja, Kompol A.A Wiranata W.K., S.H. di Mapolres Buleleng, Jumat (12/4).

Dijelaskannya, pada Senin (18/4) lalu sekitar pukul 18.00 Wita, ia membekap korban dengan bantal. Namun karena korban melakukan perlawanan, sehingga Kodok nekat mencekik korban. "Dilihat nadinya masih bergerak, pelaku memukul bagian leher korban dua sampai tiga kali. Sampai akhirnya korban meninggal dunia," ujar Kapolsek.

Usai menghabisi nyawa korban, Kodok lantas memposisikan tubuh korban layaknya sedang tertidur. Kemudian pelaku meninggalkan kos-kosan tersebut, mengunci pintu kamar korban dari luar, lalu bergegas melarikan diri.

Jenazah Serli akhirnya ditemukan oleh rekan-rekan kuliahnya dalam keadaan membusuk di dalam kamar kos, Wijaya Kusuma Gang I No. 1 Singaraja pada Kamis (11/4). Kapolsek Singaraja menegaskan bahwa korban tidak dalam keadaan hamil dan penyebab kamatian korban masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. Dalam perkara ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, yaitu 1 buah bantal, 1 lembar seprai, 1 potong selimut, 1 buah bantal leher warna merah, baju kaos berkerah warna biru, celana pendek dan 1 buah anak kunci kamar warna silver dan 1 buah HP Oppo A39 warna casing putih milik pelaku, 1 buah HP Iphone milik korban dan 1 buah laptop.

"Terhadap pelaku KIJ Alias Kodok diduga telah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 belas tahun, dan penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang lain sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 351 (3) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," imbuh perwira melati satu di pundak ini.(GUN)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu